Search

A Midsummer Night's Dream

Category

Uncategorized

Tentang Kebahagiaan

Ini bukanlah sebuah sajak

Ini hanyalah tentang penulis, yang membuat pembaca tersenyum melalui tulisannya

Tentang pemusik, yang menenangkan hati dengan alunan melodinya

Tentang pekerja seni, yang memukau nurani lewat karyanya

Tentang juru masak, yang masakannya slalu menggugah selera

Tentang juru foto, yang dapat mengabadikan momen tuk dikenang

Tentang kamu, yang kerap membahagiakanku.

 

May 30th 2017  Chamber of Secret

Aku Seorang Perasa

Aku dilanda rasa cemas yang menyelimutiku,
rasa takut yang merasukku,
rasa gugup yang mencengkeramku,
dan rasa rindu yang mendebarkanku.

July 28th 2016 – SMAN 36 Jakarta

Rough

​I was scared
It was as if I made a mistake
The 7th sense told me
It’s not a good idea

I’m used with how time flies
But not this time
Flying around my head
Flapping, soaring

Doesn’t feel good, at all.

July 2nd 2016 – The Bunk Bed

Dentuman Malam

Ketika bunyi detak jantungku mengalahkan jam yang berdentang
Mengalahkan klakson-klakson membara di tengah kepadatan
Mengalahkan desas-desus di tengah keramaian
Ketika itu, aku sadar
Ada yang berbeda dari diriku.

June 6th 2016 – Masjid

Perang dalam Diri

3 hari—
3 hari sudah aku terkurung dalam penjara tak berjeruji
3 hari sudah aku mengerutkan kening
Meragukan keputusan hakim yang enigma

“Salahkan saja hakim yang alih-alih selalu adil”
Serunya ketika aku hanya bisa menghela napas
Menyandarkan tengkukku
Yang kemudian tertusuk dinginnya tembok

Partikel-partikel dingin itu kelak menguasai tubuhku
Timbul pertanyaan, “Mengapa tidak kuberontak saja?”
Paling tidak secara diam-diam
Toh, para pahlawan juga menghabiskan waktunya di balik jeruji untuk hal yang baik

Continue reading “Perang dalam Diri”

Seberkas Sinar di Sela Dedaunan

Kudongakkan kepala ke atas, menyipitkan mata. Seberkas sinar Sang Surya menerobos dedaunan. Memberi kehangatan, penerangan, serta segenggam harapan.

Kusandarkan tubuhku, membiarkan kokohnya batang menyokong semua bebanku, meski hanya sementara.

Kuraba perlahan akar-akarnya yang menancap tanah. Tak henti menjulur ke segala penjuru, mencoba mencengkeram dunia. Mencari makan, menopang yang menjulang.

Segumpal darah berpapasan dengan Sang Akar, meneruskan perjalanan ke batang, hingga sampai di pucuk daun tertinggi. Menggambarkan kehidupan yang sempurna.

Continue reading “Seberkas Sinar di Sela Dedaunan”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑