Search

A Midsummer Night's Dream

Edelweis

Sabtu pagi yang cerah. Tampak dua orang anak sedang bermain di halaman rumah. Kedua anak itu bernama Yura dan Annya, siswi kelas empat SD Persatuan Bangsa. Mereka bisa dibilang cukup dekat karena orang tua mereka juga bersahabat dan sekarang mereka juga bertetangga.

“Ayo kita main lagi!” ajak Yura pada Annya.

“Main apalagi?” tanya Annya.

“Petak umpat!” seru Yura sambil menyengir.

“Kamu yang jaga, ya!” seru Yura. Annya mengangguk.

“Satu … dua … tiga …,” Annya mulai menghitung. Tiba-tiba ia memegang kepalanya. “Pusing,” gumamnya pelan.

Continue reading “Edelweis”

Advertisements

Unconsciously Conscious

Those footsteps
It’s getting closer, nearer
Thump bump
I sense something

Those yells
It’s getting blur, obsecure
Loud sigh
I close my eyes

I’m sweating
Both temple and eyes
Brain feeling pain
The symptom comes again

The dark night
The dim light
The silence by the wind
I walk down the memory lane

The coldness pokes me
The stars flock around me
It’s okay, it’s okay
The moon embraces, bids goodbye.

 

April 4th 2016 – My Room

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑