Search

Bittersweet Rhapsody

When fishes fly, birds swim, and rainbows are monochrome.

Seberkas Sinar di Sela Dedaunan

Kudongakkan kepala ke atas, menyipitkan mata. Seberkas sinar Sang Surya menerobos dedaunan. Memberi kehangatan, penerangan, serta segenggam harapan.

Kusandarkan tubuhku, membiarkan kokohnya batang menyokong semua bebanku, meski hanya sementara.

Kuraba perlahan akar-akarnya yang menancap tanah. Tak henti menjulur ke segala penjuru, mencoba mencengkeram dunia. Mencari makan, menopang yang menjulang.

Segumpal darah berpapasan dengan Sang Akar, meneruskan perjalanan ke batang, hingga sampai di pucuk daun tertinggi. Menggambarkan kehidupan yang sempurna.

Continue reading “Seberkas Sinar di Sela Dedaunan”

Advertisements

Edelweis

Sabtu pagi yang cerah. Tampak dua orang anak sedang bermain di halaman rumah. Kedua anak itu bernama Yura dan Annya, siswi kelas empat SD Persatuan Bangsa. Mereka bisa dibilang cukup dekat karena orang tua mereka juga bersahabat dan sekarang mereka juga bertetangga.

“Ayo kita main lagi!” ajak Yura pada Annya.

“Main apalagi?” tanya Annya.

“Petak umpat!” seru Yura sambil menyengir.

“Kamu yang jaga, ya!” seru Yura. Annya mengangguk.

“Satu … dua … tiga …,” Annya mulai menghitung. Tiba-tiba ia memegang kepalanya. “Pusing,” gumamnya pelan.

Continue reading “Edelweis”

Unconsciously Conscious

Those footsteps
It’s getting closer, nearer
Thump bump
I sense something

Those yells
It’s getting blur, obsecure
Loud sigh
I close my eyes

I’m sweating
Both temple and eyes
Brain feeling pain
The symptom comes again

The dark night
The dim light
The silence by the wind
I walk down the memory lane

The coldness pokes me
The stars flock around me
It’s okay, it’s okay
The moon embraces, bids goodbye.

 

April 4th 2016 – My Room

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑